Si Kabayan Menyamar Jadi Haji -->

Si Kabayan Menyamar Jadi Haji

Tuesday, 24 May 2016, 18:11 WIB
Indonesia Update - Si Kabayan Menyamar Jadi Haji berdasarkan kategori Cerita Si Kabayan, bisa bermanfaat.
Si Kabayan Menyamar Jadi Haji ~ Di desa Si Kabayan seorang haji dianggap orang yang terhormat. Itu wajar saja, pikir Si Kabayan. Seorang haji mestinya banyak duit, orang kaya yang bisa bayar ongkos-ongkosnya naik kapal laut, kemudian naik onta di Tanah Suci. Kedua, dia mestinya orang yang saleh, dan tebal imannya. Itulah saluran logika akal sehat yang menunju ke penghormatan masyarakat desa Malakeudeu terhadap seorang haji.


Sudah lama Si Kabayan tidak pernah makan enak. Dia takut akan kehilangan ingatannya, bagaimana rasanya yang dibilang rasa enak makan enak itu. Itu logikanya akal sehat mengenai soal enak. Si Kabayan tidak mau kehilangan ingatan kepada kesimpulan logika akal sehat tentang rasa enak makan-makanan enak itu.

Kebetulan dia tahu bahwa mertuanya suka sekali mengadakan jamuan makan enak di rumahnya, kalau tamunya adalah seorang haji. Karena kerinduan lidahnya ingin ketemu dengan panggang ayam sudah tak tertahankan lagi, tanpa buang waktu lagi Si Kabayan pagi ini cepat-cepat mengenakan jubah dan destar dikepalanya, lalu dengan langkah gaya seorang haji kaya, dia menuju ke rumah mertuanya. Ketok-ketok pintu. Segera dibuka oleh mertuanya sendiri yang membungkuk-bungkuk hormat mempersilakan tamu yang berjubah dan berdestar itu masuk. Kata sang mertua:

"Mari masuk, Tuan Haji, Aduh, gembira sekali Tuan Haji berkenan mencemarkan kaki, mengayunkan langkah, melenggang-lenggang kangkung, berkunjung ke gubug tempat kediaman kami yang daif serba sederhana dan serba memalukan ini. "Lalu dia menyuruh istrinya cepat-cepat menyediakan makanan yang enak-enak untuk menjamu tamu terhormat itu.

Dengan lahap Si Kabayan yang sudah sangat lama merindukan daging ayam dan makanan serba enak itu, menggaras apa saja yang biasa disajikan oleh bapak dan ibu mertua Si Kabayan untuk menjamu tamu-tamu haji yang sangat mereka hormati itu. Kembali di rumah dengan perut kenyang Si Kabayan cepat-cepat menyembunyikan destar dan jubahnya. Tapi akhirnya mertuanya tahu bahwa Si Kabayan telah menipu dia di siang bolong.

Dia mau membalas. Lalu pada suatu hari dia menyamar sebagai haji juga. Dia pun mengenakan jubah dan destar di kepalanya. Lalu dia pun melangkah dengan gaya seorang haji kaya menuju rumah Si Kabayan. Mengetuk-ngetuk pintu. Dibukakan oleh Si Kabayan yang langsung mengenal hidung pesek dan gigi ompong mertuanya. Cepat berseru ke dapur.

"Iteung ! Iteung! Ini ada tamu agung, Tuan Haji yang masih keluarga dekat dari kamu."

Si tamu sangat kaget. Dan Si Kabayan terus berseru: "Kita harus hormati beliau. Cepat masak yang enak. Potong kambing!"

Si Iteung berseru kembali: "Mana kambingnya, Kang Kabayan. Boro-boro yang utuh geluntungan lengkap dengan tanduk dan badannya, ujung ekornya pun mana punya kita?"

"Hus! Jangan berteriak-teriak begitu, Iteung. Nanti kedengaran tetangga. Kan bikin malu. Jangan banyak cingcong, Jangan bikin masalah. Sembelih saja kambing ayahmu yang diikat pada pohon jambu di belakang rumah kita itu! Cepat Suruh satuan keamanan sembelih."

Mendengar Si Kabayan berseru begitu, tamu haji itu segera berseru pula: "Jangan, Iteung! Jangan ! Itu kambing bapak satu-satunya."

"Eh, maaf, Pak. Saya kira, Bapak itu Tuan Haji Abdul Riba yang destarnya segede gentong tempat menandah air hujan itu."

Buseeet! pikir mertuanya. Menantu model apa Si Kabayan itu! Berani mengira, aku ini seorang pemakan riba. Padahal bloon - bloon juga, aku ini tahu bahwa makan riba itu dilarang oleh semua agama yang diturunkan oleh Nabi Adam dan Nabi Ibrahim kepada semua nabi - nabi dan rasul-rasul yang datang kemudian. Aku tahu itu, Kabayan, biarpun aku tidak pernah masantren atau pergi ke Mekkah! Aku bukan lintah darat, Kabayan! Tahu kamu ! Hah?

Sumber : Si Kabayan Manusia Lucu oleh Achdiat K. Mihardja

Jika yang anda baca tadi masih terdapat kekurangan atau kesalahan dalam pengetikkan silahkan berkomentar di bawah ini,agar kami perbarui secepatnya. terima kasih
SUMBER: #Cerita Si Kabayan
EDITOR: Indonesia Update

TerPopuler